daftar pengunjung

Rabu, 11 April 2012

TUGAS IMAM MASJID


TUGAS IMAM MASJID

Peran dan fungsi imam masjid yang sedemikian penting harus dapat diwujudkan oleh imam masjid. Pengurus dan jamaah masjid selalu berupaya memberikan dorongan dan dukungan terhadap upaya itu. Kalau pengurus masjid tugas utamanya hal-hal yang bersifat manajerial dan teknis, maka imam masjid tugasnya adalah hal-hal yang bersifat pembentukan dan pembinaan moral-spiritual dan mengarahkan untuk selalu menghidupkan ruh masjid, baik pengurus maupun jamaah dengan segala aktivitasnya yang sesuai dengan fungsi masjid sebagai pusat pembinaan dan pengembangan umat. Ada banyak tugas yang harus dilaksanakan oleh imam masjid.

MEMIMPIN SHALAT BERJAMAAH
Tugas paling utama dari seorang imam masjid adalah memimpin shalat berjamaah dengan sebaik-baiknya. Rasulullah Saw memberikan perhatian yang sangat besar, bahkan amat menekankan pelaksanaannya kepada para sahabat meskipun sahabat itu buta matanya, cukup jauh rumahnya dan tidak ada yang menuntunnya dalam perjalanan menuju masjid. Karena itu, seorang imam, tentu saja harus memiliki kesiapan diri untuk memimpin shalat, menggunakan pakaian yang baik, memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik dan menyiapkan waktu secara rutin. Imam yang tidak siap setiap waktu shalat membuat jamaah menunggu lama untuk terlaksanannya shalat berjamaah.
Salah satu persoalan penting dalam shalat berjamaah adalah teraturnya barisan atau shaf jamaah hingga menjadi shaf yang lurus dan rapat. Karena itu, imam harus memberi porsi perhatian yang besar, bukan hanya dalam bentuk himbauan-himbauan menjelang pelaksanaan shalat dengan mengatakan luruskan dan rapatkan shaf, tapi juga harus mengontrol langsung, bahkan untuk bisa mewujudkan shaf yang teratur, imam masjid perlu juga mendapat bantuan dari petugas khusus yang ditunjuk dan disepakati sehingga shaf-shaf shalat di bagian belakang bisa ditertibkan oleh petugas ini.

MENYAMPAIKAN KHUTBAH
Dari segi ubudiyah, disamping shalat yang lima waktu, terdapat juga shalat Jum’at yang mesti didahului dengan khutbah, begitu juga dengan beberapa shalat yang lain seperti Idul Fitri, Idul Adha, Istisqa, dll. Karena itu seorang imam semestinya memiliki kemampuan menyampaikan khutbah dengan sebaik-baiknya, yakni khutbah yang singkat, padat dan sistimatis dengan pembawaan yang menarik.
Imam masjid tentu lebih tahu tentang kondisi keislaman jamaahnya, baik dari segi pemahaman maupun pengamalannya. Karena itu, imam masjid bersama seksi bidang peribadatan perlu merumuskan arah penyamapaian materi dalam khutbah Jum’at dan memberi masukan kepada khatib-khatib yang bertugas menyampaikan khutbah.

MENGARAHKAN KONSEP PEMAKMURAN MASJID
Seorang imam tidak hanya harus paham bagaimana masjid harus dimakmurkan, tapi juga harus mampu mengarahkan konsep pemakmuran masjid itu, baik kepada pengurus masjid maupun jamaahnya, Kalau pengurus masjid mewujudkan pemakmuran masjid dari segi manajerial dan segala aktivitas yang bersifat praktis, maka imam masjid mengarahkannya dari sisi nilai agar proses pemakmuran masjid tidak menyimpang dari ketentuan yang semestinya.
Pelaksanaan ubudiyah yang sesuai dengan sunnah Rasul, pengajian rutin bagi jamaah, pembinaan remaja dan anak-anak, pengkaderan khatib dan muballigh dan sebagainya merupakan hal-hal yang harus dikontrol perkembangannya oleh imam masjid bersama pengurus yang terkait. Dari sini, imam masjid dengan pengurus masjid saling bahu-membahu atau menjalin kerjasama yang baik dalam upaya mewujudkan masjid yang ideal pada masa kini dan mendatang.

MENJADI KONSULTAN JAMAAH
Jamaah masjid seringkali menghadapi masalah, baik masalah yang terkait dengan problema diri dan keluarganya maupun masalah-masalah yang berkaitan dengan kejelasan hukum Islam dalam berbagai persoalan. Mereka sebenarnya memerlukan tempat untuk berkonsultasi guna memecahkan masalah dan memahami kejelasan hukum terhadap persoalan-persoalan tertentu. Imam masjid disamping harus memimpin shalat, seharusnya bertugas juga sebagai konsultan bagi jamaahnya dalam memecahkan persoalan. Manakala tugas ini bisa dilaksanakan, maka masyarakat Islam yang merupakan jamaah masjid memiliki tempat untuk bertanya atas berbagai persoalan yang dihadapinya, kepada mereka dijelaskan mana sunnah dan mana bid’ah, mana urusan agama dan mana adat istiadat dan begitulah seterusnya. Disinilah letak pentingnya imam memahami seluk beluk perbedaan pendapat dalam masalah fiqih sehingga tahu mana yang prinsip dan mana yang sepele. Karena itu, memiliki imam dengan wawasan keislaman dan kemasyarakatan yang luas merupakan dambaan masjid dan jamaahnya.
Sebagai imam, Rasulullah Saw biasa menjadi konsultan bagi jamaahnya sehingga banyak sekali sahabat-sahabat yang bertanya, bahkan manakala beliau mendapati sahabatnya nampak memiliki masalah, beliau memanggil sahabatnya itu dan membicarakannya guna dibantu mengatasinya. Untuk bisa melaksanakan tugas ini, seorang imam disamping harus menguasai masalah-masalah fiqih dengan segala seluk beluk perbedaan pendapat yang terdapat di dalamnya, juga harus memiliki kemampuan atau tehnik memahami dan mencarikan jalan keluar dari persoalan yang dihadapi orang lain. Dalam kehidupan masyarakat yang begitu banyak menghadapi berbagai persoalan, terlaksananya tugas ini memiliki arti yang sangat penting, bahkan dari sini bisa ditumbuhkan rasa memiliki jamaah terhadap masjid sehingga jamaah akan memiliki tanggung jawab untuk memakmurkan masjid.

MEMBERIKAN BIMBINGAN KEMASYARAKATAN
Terwujudnya masyarakat yang Islami merupakan dambaan bagi setiap muslim yang sejati. Namun keinginan itu tidak bisa terwujud secara spontan, diperlukan proses yang panjang dan sungguh-sungguh. Untuk itu, imam masjid perlu melakukan pengkondisian melalui bimbingan yang intensif terhadap jamaahnya. Imam masjid harus menjalin kerjasama dengan pengurus masjid dalam upaya menjadikan masjid sebagai markaz atau pusat aktivitas dan pembinaan jamaah.
Nilai-nilai Islam dalam kehidupan bermasyarakat ditanamkan oleh imam masjid kepada jamaahnya seperti saling hormat menghormati, menolong orang yang kesulitan, turut berduka atas musibah yang menimpa sesama jamaah, turut gembira dan mengucapkan selamat atas kegembiraan atau keberhasilan yang dicapai seseorang, membantu memberikan jalan keluar atas kesulitan yang dihadapi orang lain dan sebagainya.
Dengan demikian, nampak begitu jelas betapa seorang imam masjid tugasnya tidak hanya memimpin shalat yang lima waktu, tapi juga menjadi imam bagi masyarakat yang membimbing, membina, mengarahkan, membantu hingga memecahkan dan mengatasi kesulitan hidup jamaahnya. Untuk itu, kaderisasi imam masjid yang ideal merupakan sesuatu yang mendesak untuk terus dilakukan. Bila masjid memiliki imam yang ideal, pemakmuran masjid dapat diarahkan sebagaimana mestinya sehingga pemakmuran masjid bukan sekedar ramai oleh aktivitas jamaah tapi aktivitas yang berlangsung dijamin tidak menyimpang dari nilai-nilai syari’at Islam.

Drs. H. Ahmad Yani

0 komentar:

Poskan Komentar